Tampilkan postingan dengan label batubara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batubara. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Agustus 2011
Complicated = ruwet = rumit ???
Seperti status relationship di facebook aja: it's complicated. Misalnya begini: Camat mengirim surat lebih dari sebulan lalu. Surat itu menetapkan beberapa orang sebagai pejabat sementara Badan Perwakilan Kampung. Bisik-bisiknya, penetapan ini adalah memo katabelece langsung dari Bupati. Penetapan ini, menurut kejujuran Camat sendiri, bertentangan dengan ketentuan peraturan yang ada. Kemudian warga dan Petinggi Muara Tae, yang tidak sreg dengan penetapan Pjs. BPK itu, menyelenggarakan pemilihan BPK yang menghasilkan 5 anggota BPK, dimana satu di antaranya adalah salah satu dari 5 Pjs. yang ditetapkan Camat tadi. Petinggi kemudian bersurat dengan Camat untuk minta SK penetapan BPK. Camat tadi siang mengirim surat yang menolak BPK pilihan warga ini dan meminta dilakukan pemilihan ulang dengan melibatkan Pak Victor Menong, jagoannya Bupati di Muara Tae. Jadi sekarang Pak Petinggi Muara Tae akan membaas surat balasan dari Camat itu, yang akan menolak surat penolakan Camat itu atas pemilihan BPK oleh warga sendiri yang menolak BPK yang ditetapkan Camat. Semua ini tentu saja pangkal soalnya adalah penolakan Pak Petinggi dan mayoritas warga Muara Tae terhadap perusahaan tambang dan kelapa sawit.
Kamis, 18 Agustus 2011
Merdeka di Muara Tae?
Hari ini adalah sehari setelah puncak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66. Sebuah perayaan akbar di seluruh penjuru negeri yang konon dicita-citakan sebagai negeri yang "gemah ripah loh jinawi karto raharjo". Negeri yang makmur sejahtera dan tentunya memberi kesejahteraan pada seluruh rakyatnya di mana pun mereka berada.
Semangat merah-putih yang dikumandangkan pada minggu kedua di bulan Agustus ternyata juga terasa di sebuah kampung kecil di emper jalan poros Samarinda-Melak, di sudut Kalimantan Timur sana, Kampung bernama Muara Tae ternyata masih merasa menjadi bagian republik ini. Mereka juga masih punya semangat kemerdekaan yg tak kunjung padam. Tapi apa memang sama semangat kemerdekaan mereka dengan kita umumnya yg berdomisili di perkotaan?
Semangat merah-putih yang dikumandangkan pada minggu kedua di bulan Agustus ternyata juga terasa di sebuah kampung kecil di emper jalan poros Samarinda-Melak, di sudut Kalimantan Timur sana, Kampung bernama Muara Tae ternyata masih merasa menjadi bagian republik ini. Mereka juga masih punya semangat kemerdekaan yg tak kunjung padam. Tapi apa memang sama semangat kemerdekaan mereka dengan kita umumnya yg berdomisili di perkotaan?
Labels:
batubara,
Dayak Benuaq,
Gunung Bayan,
kemerdekaan,
merah putih,
muara tae,
PT Kencana Wisto,
sawit,
sungai nayan
Jumat, 08 Juli 2011
Babakan: Mesin Listrik Rusak
Seperti posting sebelumnya, ini posting ini disadur dari blog Babakanblog juga.
Silakan membaca ...
BIS JEMPUTAN SUDAH datang, tepatnya ia adalah truk besar yang disulap menjadi angkutan karyawan. Tentu inilah kewajiban perusahaan pada para pekerjanya. Tapi bagaimana kewajiban mereka bagi warga masyarakat sekitar?
“Kali ini urusannya sama Gunung Bayan!”
Wajah Masrani mengeras saat bilang itu. Urat lehernya tertarik. Matanya membesar seiring dengan alis matanya yang ikutan naik. Intonasi suaranya tinggi, meski volumenya sedang-sedang saja. Kejengkelan terpancar dari situ.
Silakan membaca ...
BIS JEMPUTAN SUDAH datang, tepatnya ia adalah truk besar yang disulap menjadi angkutan karyawan. Tentu inilah kewajiban perusahaan pada para pekerjanya. Tapi bagaimana kewajiban mereka bagi warga masyarakat sekitar?
“Kali ini urusannya sama Gunung Bayan!”
Wajah Masrani mengeras saat bilang itu. Urat lehernya tertarik. Matanya membesar seiring dengan alis matanya yang ikutan naik. Intonasi suaranya tinggi, meski volumenya sedang-sedang saja. Kejengkelan terpancar dari situ.
Kamis, 07 Juli 2011
Babakan: Selamat Datang (lagi)
Karena merupakan blog bagi para pendukung inisiatif penyelamatan hutan dan tanah adat di Muara Tae, maka blog ini pun menyadur berbagai tulisan terkait dengan perjuangan ini. Nahh .... salah satu referensi dari blog ini berasal dari seorang kawan yg aktif menuliskan soal Muara Tae di Babakanblog.
Berikut posting yang menceritakan soal ancaman baru bagi Kampung Muara Tae dari Babakanblog. Selamat menikmati ...
---------------------------------------------
Berikut posting yang menceritakan soal ancaman baru bagi Kampung Muara Tae dari Babakanblog. Selamat menikmati ...
---------------------------------------------
SELAMAT DATANG di Muara Tae. Mari ucapkan itu pada perusahaan penambang batubara yang baru menginjakkan kaki di kampung ini.
Labels:
batubara,
Cipaganti?,
Gunung Bayan,
muara tae,
PT Kencana Wisto
Selasa, 05 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)




