Tampilkan postingan dengan label margaretha seting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label margaretha seting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Mereka (dayak) Terpaku


Dua orang Dayak terpaku melihat lubang tambang yang menganga lebar dihadapan mereka, baru kali ini mereka bisa melihat langsung dalam areal tambang PT.Gunung Bayan yang beroperasi selama kurang lebih 15 tahun di kampung mereka. kawasan dengan tanda "Dilarang Masuk Bagi Yang Tidak Berkepentingan" itu ternyata mampu membuat lutut mereka gemetar.... bagaimana tidak?! Luasan bukaan tambangnya bisa menampung seandainya seluruh rumah dan bangunan di kampung Muara Tae di kumpul dan dibuang kedalam lubang besar yang menganga itu.... Miris membayangkan kelak jika perusahaan gabungan milik swasta nasional dengan malaysia ini kelak pergi meninggakan kampung mereka, maka yang tinggal hanya lubang besar menganga....

15 tahun mereka telah menghirup debu dan meminum air beracun, berebut tanah dengan pendatang, dan berkelahi antar saudara karena urusan ganti rugi lahan .... 15 tahun berlalu tanpa ada perubahan menuju masyarakat sejahtera seperti yang di janjikan dulu.

Kini mereka memandang lubang itu dengan ternganga .... dalam hati mungkin berpikir "memang kita menyiapkan lubang untuk masa depan kita sendiri jika kita tergiur janji-janji yang sama dikemudian hari"

Posting ini dituliskan oleh Margaretha Seting Beraan

Rabu, 24 Agustus 2011

Puisi Potret Pembangunan


Mencium bau kencing orok di kaki langit,
Melihat kali coklat menjalar ke lautan,
Dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.......
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
Memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna?
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga?
Dan kita di sini bertanya : Maksud baik saudara untuk siapa ?

Orang berkata Kami punya maksud baik
Dan kita bertanya : Maksud baik saudara untuk siapa ?

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.